Wednesday, October 31, 2012

kebutuhan nutrisi pada anak


Kebutuhan nutrisi merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam membantu proses pertumbuhan dan perkembangan pada anak.pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak haruslah seimbangdi antara zat gizi lain,mengingat banyak sekali masalahyang kita temukan palagi pada anak yg sakit masukan nutrisi yang kurangsedangkan kebutuhan dalam tubuh semakin meningkat sehingga membutuhkan makanan tambahan seperti kalori,vitamin dan mineral.secara umum zat gizi dibagi menjadi 2 golongan yaitu makro dan mikro.


Untuk makro terdiri dari :

  1. Kalori berasal dari karbohidrat yang bisa diperoleh dari susu,padi-padian,buah-buahan,sukrosa,syrup,tepung dan sayuran. Protein bisa diperoleh dari susu,telur,daging,ikan,unggas keju, kedele,kacang,buncis,dan padi2an. Lemak bisa d peroleh dari susu,mentega,kuning telur,daging,ikan,keju,kacang2ngan dan minyak sayur
  2. H2O (air)
Untuk mikro terdiri dari :

  1. Vitamin A diperoleh dari susu,kuning telur,ikan,tumbuh-tumbuhan,sayuran dan buah-buahan. Vitamin B diperoleh dari daging, susu, padi, bijibijian, kacang dan lain-lain. Vitamin C diperoleh dari buah-buahan dan sayuran. Vitamin D diperoleh dari susu, minyak ikan dan cahaya matahari. Vitamin E diperoleh dari biji-bijian, minyak dan kacang-kacangan. Vitamin K berasal dari sayuran hijau, daging dan hati.
  2. Mineral (kalsium,fosfor,kalium,natrium,sulfur,klorida,jodium dan lainnya) banyak didapat pada keju,daging, sayuran kacang-kacangan,biji-bijian,kerang dan lain-lain. (sumber dekatkita.com)

Gangguan Makan Pada Anak


Gangguan makan pada anak sering dijumpai pada masyarakat awam yang belum memahami prosedur pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak, gangguan makan pada anak yang sering kita temukan diantaranya seperti penolakan makan,pika,gangguan regurgitasi pada masa bayi,anoreksia nevorsa dan bulimia.
Penolakan makan merupakan gangguan makan pada anak yang dapat diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu: anak tidak menyukai makanan tersebut, anak tidak menyukai cara pemberiannya, orang tua atau pengasuh tidak sabar, suasana yang tegang dan lain-lain.
Pika merupakan keadaan anak yang berulang kali makan yang tidak bergizi seperti kapur tembok yang terkelupas, kertas, kotoran, mainan dan lain-lain yang dapat menimbulkan anemia dan keracunan.
Terjadinya regurgitasi atau mengeluarkan kembali makanan pada mulut tanpa disertai perasaan mual atau gangguan gastro intestinal (lambung).
Anoreksia nevorsa dan bulimia merupakan gangguan makan yang sering dijumpai pada anak remaja wanita yang ditandai adanya penurunan berat badan secara disengaja atau gangguan psikologis yang spesifik. (sumber dekatkita.com )